<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>15-Minute City on Gaya Hidup Urban Internasional</title><link>https://gayahidupurban.com/tags/15-minute-city/</link><description>Recent content in 15-Minute City on Gaya Hidup Urban Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://gayahidupurban.com/tags/15-minute-city/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>The Geopolitics of Proximity: Evaluating the Global Rise of 15-Minute Cities</title><link>https://gayahidupurban.com/posts/15-minute-city-urban-planning/</link><pubDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://gayahidupurban.com/posts/15-minute-city-urban-planning/</guid><description>&lt;p&gt;Konsep &amp;ldquo;Kota 15 Menit&amp;rdquo; atau &lt;em&gt;15-Minute City&lt;/em&gt; telah bertransformasi dari sekadar teori perencanaan kota akademis menjadi agenda geopolitik yang krusial di panggung global. Diperkenalkan pertama kali oleh Profesor Carlos Moreno dari Universitas Sorbonne, visi ini mengusulkan restrukturisasi ruang urban di mana setiap kebutuhan dasar warga—mulai dari pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga rekreasi—dapat diakses dalam waktu 15 menit berjalan kaki atau bersepeda dari tempat tinggal mereka. Di tengah krisis iklim yang semakin mendesak dan pasca-pandemi COVID-19 yang mengubah pola kerja manusia, narasi mengenai proksimitas (kedekatan) kini menjadi pusat perdebatan mengenai kedaulatan kota dan kesejahteraan sosial.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>